27/01/17

Menjawab Gugatan: Musa Bukan Penulis Taurat

Tulisan dengan judul Siapakah Penulis Taurat (link) telah mendapat tanggapan pihak muslim bernama Fach Rudin (disingkat FR). Jika dicermati tanggapannya lebih banyak mempersoalkan masalah tekstual seperti masalah "kontradiksi" dibanding kajian historis secara komprehensif. FR hanya mengulangi point point dari kajian liberal scholarship seperti teori JEDP. Tulisan ini merupakan tanggapan balik atas tanggapan tersebut melalui kajian mendalam & komprehensif. Sistematika penulisan mengikuti sistematikan tanggapan FR dengan membahas kitab demi kitab dari Taurat. Sangat disarankan pembaca telah membaca tulisan sebelumnya (link).

21/01/17

Siapa Penulis Taurat?


Seorang polemikus Islam bernama Fach Rudin mempersoalkan masalah penulisan Taurat (Pentateuch) dengan menyebutkan ada empat penulis dalam penyusunan Pentateuch dengan kode Y (Yahwis), E (Elohis ), P (Priestly/Imam) dan D (Deuteronomis). Pernyataan ini merupakan produk pemikiran liberal scholar & bukanlah hal asing bagi mereka yang berkecimpung dalam studi biblika. Pendapat ini dikenal dengan nama teori JEDP yang merupakan bagian dari Documentary Hypothesis yang intinya menolak Musa sebagai penulis Taurat.

Herannya polemikus Islam yang merujuk teori ini untuk menyerang Alkitab, sebenarnya ikut menyerang Quran itu sendiri, bukankah dalam Quran disebutkan Taurat diberikan kepada Musa? Jika Taurat yang terdapat dalam PL di kekristenan atau Tanakh di Yudaisme bukan ditulis oleh Musa melainkan empat penulis lainnyat (JEDP), lalu dimana yang asli yang diberikan kepada Musa sesuai pernyatan Quran? Adakah manuscript PL/Tanakh yang mendukung posisi Islam tentang Taurat asli versi Islam tersebut?

29/12/16

Strawman Fallacy: False Trinity - Bapa, Anak & Maria

Pihak Islam mengklaim sebagai agama yang meluruskan agama sebelumnya yaitu kekristenan yang dianggapnya telah tersesat. Dasar utamanya pada ajaran tentang keesaan Allah (Tauhid) yang di kekristenan dianggap telah menyimpang dengan adanya ajaran Trinity. Koreksi terhadap ajaran Trinity bahkan tercatat dalam Quran pada beberapa ayat, termasuk koreksi tentang ajaran Yesus sebagai Anak Allah. Artikel ini membahas koreksi Quran tersebut dan dimaksudkan sebagai pembelaan (apologia) dari pihak kekristenan.

Debat kata ECHAD dalam SHEMA (Ul 6:4) - ROUND 3 (A)



Debat seputar kata Echad dalam Shema menghadapi pihak The Yeshiva Institute (disingkat TYI) telah memasuki Ronde ke-3. Bagi para pembaca yang baru mengikuti debat ini, sangat disarankan untuk membaca uraian debat sebelumnya agar bisa memahami perdebatan ini secara komprehensif. 

Tanggapan pihak TYI di ronde ini ditulis oleh Eric Kisam yang pada ronde sebelumnya bersama Ismaun Ghofur. Sama seperti tanggapan-tanggapan sebelumnya, tanggapan pihak TYI masih diwarnai nuansa Ad Hominem Argumentum dan pada beberapa bagian bersifat pengulangan point yang telah kami tanggapi sebelumnya. Untuk bagian yang sifatnya pengulangan tidak akan kami tanggapi lagi, sedangkan untuk Ad Hominem Argumentum kami tanggapi dengan menyajikan data faktual yang relevan.

27/12/16

Yesus Anak Allah secara Biologis?

Polemikus Muslim bernama Arda Chandra telah menulis artikel berjudul Kehamilan Perawan Maria versi Alkitab dan Alquran https://answeringkristen.wordpress.com/kehamilan-perawan-maria-versi-alkitab-dan-al-qur%E2%80%99an/. Polemikus tersebut mencoba membuktikan dari Bible bahwa penyebutan Yesus sebagai Anak Allah memang benar dalam pengertian anak secara biologis/fisik yaitu dalam konteks kehamilan Maria yang dianggap telah "dihamili" Allah. Benarkah tafsiran demikian? kita akan mengujinya secara cermat dengan mengeksesis ayat-ayat yg digunakan serta melihat konteks penyebutan Anak Allah tersebut.